Be My Lady (Sandy Canester)

Since i’ve known you babe
You were a light for me
But there’s no yours sincerely
Build me a world to believe

But still there’s a doubt
in you for loving me
Though deep down inside
You see what’s in me

Be my lady be the one
and great things will come to our heart
you’re my lady you’re my one
give me chance to show you love

Imajinasi

Suatu ketika aku berjalan di sebuah senja. Menyusuri sebuah jalan yang dihiasi rumput-rumput hijau yang tumbuh dengan rapi. Melihat suasana di sekeliling, menikmati hangatnya matahari yang perlahan mulai turun dari peraduannya. Aku berhenti sejenak, lalu berjalan beberapa langkah dan duduk di sebuah kursi taman yang tak berpenghuni di bawah pohon besar. Kursi itu terasa dingin. Mungkin sudah lama tak ada yang menempatinya.

Kuarahkan pandanganku lurus ke depan, melihat bentangan rumput hijau yang begitu mendamaikan. Tak bayak orang yang datang sore itu. Suasana menjadi tenang, damai, dan menghayutkan. Pikiranku melayang entah kemana. Seketika ada begitu bayak hal yang datang dipikiranku, termasuk tentangmu. Aku hanya ditemani matahari senja yang hendak terbenam. Sesekali angin bertiup menyentuh kulitku. Terasa cukup dingin untuk sebuah senja yang hangat. Imajinasiku mulai terbangun dari kekecewaan yang kau buat. Dan anehnya, mereka terbangun karenamu pula. Sepertinya kau senang mempermainkan imajinasiku. Ya.. imajinasiku semakin tak terbendung.

Kau datang dengan senyummu yang manis. Tanpa kata, kau datang, duduk, dan menggenggam tanganku. Dan seperti biasanya, aku hanya bisa diam sambil memandangimu. Mengapa hanya dengan memandangmu aku selalu merasa nyaman dan hangat? Mengapa hanya dengan melihatmu aku dapat merasakan kebahagiaan yang begitu indah? Ah, kau melakukannya lagi. Mengangkat tanganmu dan memelukku. Dan lagi-lagi kau tak bicara. Tak ada kata yang kau ucapkan. Tak ada kata-kata sayang yang ungkapkan. Tak ada suara apapun. Begitu hening. Hingga aku dapat merasakan begitu kerasnya detak jantungku. Pelukannya sangat hangat, melebihi hangatnya senja.

Imajinasi yang sederhana, tak ada yang spesial, dan tak ada yang nyata. Ya, dan disitulah aku berada…

Lamunan Pagi

Pagi ini aku terdiam sendiri di sebuah kursi ruang tamu. Tak ada siapapun dirumah, tak ada orang yang berlalu-lalang didepan rumahku. Suasananya sepi. Hanya terdengar suara angin yang menggoyangkan daun dan pohon. Dan entah kenapa tiba-tiba aku teringat dengan sebuah lagu bergenre dangdut yang liriknya ‘Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga‘. Ya.. entah kenapa lagu itu tiba-tiba muncul dipikiranku. Dan entah kenapa harus lagu dangdut. Lagu yang nggak bakal aku denger kalo ibu nggak nyalain mp3 nya (gaya dikit boleh dong. hihihi). Dan lirik itu pas, kena, nusuk aku banget. Menyedihkan. Sepertinya aku memang sedang merasakan musim gugur yang berkepanjangan. Menunggu datangnya hujan turun. Membasahi rasa dahagaku akan kebahagiaan.

Cinta itu memang indah. Entah cinta yang didasari suka sama suka, cinta yang hanya sepihak,  atau bahkan cinta yang hanya bisa dipendam. Mereka punya caranya masing-masing untuk membuat kebahagiaannya sendiri. Aku pernah membaca disebuah sosial network yang kata-katanya itu nyentuh banget. Kurang lebihnya kayak gini..

Terkadang kita berpikir bahwa hidup ini membosankan dan tak ada artinya lagi. Tetapi tanpa kita ketahui, ada seseorang diluar sana yang sangat bahagia hanya karena kita ada’.

Demi apa itu kalimatnya kena banget.

Aku merenung, dan aku percaya itu. Karena aku sendiri mengalaminya. Bahwa sebenarnya hidup didunia itu terdiri atas 5% untuk diri kita sendiri dan 95% untuk orang lain. Atau bahkan kita hanya memiliki hak 1% dan sisanya untuk orang-orang disekitar kita. Intinya membahagiakan orang lain itu adalah sesuatu yang sederhana tapi sangat berharga. Daripada kita melakukan hal-hal yang besar tapi hanya untuk kepentingan diri sendiri. Ya.. segelintir dari makna kehidupan..

For The First Time (The Script)

She’s all laid up in bed with a broken heart
While I’m drinking Jack all alone in my local bar and we don’t know how
How we got into this mad situation, only doing things out of frustration
Trying to make it work, but, man, these times are hard

She needs me now but I can’t seem to find the time
I got a new job now on the unemployment line and we don’t know how
How we got into this mess, is it God’s test? Someone help us ’cause we’re doing our best
Trying to make things work, but, man, these times are hard

But we’re gonna stop by drinking our cheap bottles of wine
Sit talking up all night, saying things we haven’t for a while, a while, yeah
We’re smiling but we’re close to tears, even after all these years
We just now got the feeling that we’re meeting for the first time

She’s in line at the dole with her head held high
While I just lost my job but didn’t lose my pride, and we both now how
How we’re going to make it work when it hurts, when you pick yourself up you get kicked to the dirt
[From: http://www.elyrics.net/read/s/script-lyrics/for-the-first-time-lyrics.html%5D
Tryin’ to make it work, but, man, these times are hard

But we’re gonna start by drinking our cheap bottles of wine
Sit talking up all night, doing things we haven’t for a while, a while, yeah
We’re smiling but we’re close to tears, even after all these years
We just now got the feeling that we’re meeting for the first time

Drinking our cheap bottles of wine
Sit talking up all night, saying things we haven’t for a while, a while, yeah
We’re smiling but we’re close to tears, even after all these years
We just now got the feeling that we’re meeting for the first time

For the first time
Oh, for the first time
Yeah, for the first time
We just now got the feeling that we’re meeting for the first time

Oh, these times are hard, yeah, they’re making us crazy
Don’t give up on me, baby
Oh, these times are hard, yeah, they’re making us crazy
Don’t give up on me, baby

Oh, these times are hard, yeah, they’re making us crazy
Don’t give up on me, baby
Oh, these times are hard, yeah, they’re making us crazy
Don’t give up on me, baby

Selalu Dia

Aku tak begitu mengerti. Kenapa bayangan dirinya begitu jelas di pikiranku? Kenapa walaupun dia tak memperdulikanku, aku seolah tak peduli, berpura-pura tak tahu, dan terus saja memikirkannya. Sepertinya dia mempunyai daya magnet yang begitu hebat, hingga membuatku tak bisa begitu saja melupakannya. Dia datang, aku tersenyum. Lalu dia pergi, aku terdiam. Meninggalkan sebuah pertanyaan yang tak akan pernah terjawab. Karena aku sendiri tak cukup berani untuk menanyakannya.

Dia seperti matahari yang memberikannya energi terbesar untuk bumi. Dia seperti tetesan air hujan yang menyegarkan bumi. Dia seperti udara yang menyejukkan. Tapi dia seperti petir yang menyambar dan meninggalkan luka..