Selalu Dia

Aku tak begitu mengerti. Kenapa bayangan dirinya begitu jelas di pikiranku? Kenapa walaupun dia tak memperdulikanku, aku seolah tak peduli, berpura-pura tak tahu, dan terus saja memikirkannya. Sepertinya dia mempunyai daya magnet yang begitu hebat, hingga membuatku tak bisa begitu saja melupakannya. Dia datang, aku tersenyum. Lalu dia pergi, aku terdiam. Meninggalkan sebuah pertanyaan yang tak akan pernah terjawab. Karena aku sendiri tak cukup berani untuk menanyakannya.

Dia seperti matahari yang memberikannya energi terbesar untuk bumi. Dia seperti tetesan air hujan yang menyegarkan bumi. Dia seperti udara yang menyejukkan. Tapi dia seperti petir yang menyambar dan meninggalkan luka..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s