Ruang Imajinasi

Hanya disinilah aku dapat melihatmu dengan bebas. Hanya ditempat inilah kita dapat bertemu, saling berbicara, dan melemparkan senyuman manis. Hanya disini aku dapat merasakan pelukanmu.

Ditempat ini aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Semua tentangmu, masih tersimpan dengan rapi disini. Tempat yang sangat indah. Hanya ada kita berdua. Tak ada yang bisa memisahkan kita. Tak ada mereka yang mencoba merebutmu dariku. Ditempat ini kau selalu ada menungguku. Ya.. kau selalu ada disini, dipikiranku. Tempat terindah yang akan selalu mempertemukan kita, tanpa ada waktu dan jarak yang menghalangi..

Iklan

Analogi Cinta Sendiri

Aku suka menganalogikan suatu hal menggunakan hal lainnya. Bukan hanya agar mudah dipahami, tetapi juga untuk berpikir, kemudian untuk dimengerti. Sesuatu yang sudah dimengerti akan bisa diterima.

Seperti halnya aku menganalogikan kisah kita sebagai sebuah buku, buku yang tak habisnya aku tulis kemudian kubaca sendiri. Selanjutnya buku itu membuatku beranalogi seolah-olah ia adalah mesin waktu yang membuatku terhempas, kemudian ia menjelma menjadi sebuah kutub di sudut bumi. Membekukan. Mendiamkan. Dingin.

Hingga semuanya berakhir, sampai akhirnya aku tersadar, semuanya sudah tiada. Namun semua itu takkan pernah berhenti.

Aku, menganalogikan kisah kita menjadi sebuah buku. Buku yang seharusnya tak kaubaca. Aku tak ingin terhempas ke masa lalu, kemudian terdampar di masa depan. Tanpamu.

Kuharap kamu tak membuka ini. Aku harap kamu mengerti.

*analogi n persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias

Diambil dari blognya bang oka langsung 😀

Risalah Hati (Mahadewi)

 

Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Ku harus milikimu

Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta… kepadaku
Beri sedikit waktu biar cinta datang
Karena telah terbiasa

Simpan mawar yang ku beri
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku

Masih Disini

Aku masih menunggumu. Ketika suatu saat nanti, kau akan datang kepadaku, dan memberiku sebuah makna yang mereka sebut cinta. Cinta yang tulus dan ikhlas. Satu-satunya cinta yang kau berikan padaku. Cinta yang selalu membawa kebahagiaan. Cinta yang membuat tangis menjadi sebuah senyuman.

Ya.. aku masih menunggumu sayang. Menunggu hangatnya pelukanmu, manisnya senyummu, dan janji suci setiamu padaku. Suatu saat nanti tak akan ada dinding pemisah diantara kita, tak ada jarak yang menjauhkan kita. Sayang, jangan buat aku menunggu terlalu lama lagi. Datanglah padaku dan buat mimpiku menjadi nyata.

Ruang Temu (sinopsis)

Mungkin di antara ragu dan bahagia, justru dialah yang jatuh hati kepada kesedihan…
Bagaimana bila seorang lelaki menyatakan ia jatuh hati kepadamu? Buat dia ini justru meresahkan. Waktu yang berdetak seperti derak roda kereta di atas jalanan berdebu yang memerihkan mata. Seperti mata lelaki itu yang selalu memancarkan kesedihan hingga dia ragu mampu menciptakan bahagia di sana.

Mungkin, di antara cinta yang menunggu, justru waktulah yang datang tak tepat…
Bagaimana bila dia yang jatuh hati kepada seorang yang lain? Buat dia, ini terasa seperti menemukan pada waktu yang tak pas meskipun mereka saling mengutuhkan. Harapan yang dipendam menjelma menjadi mimpi. Tinggal itu satu-satunya ruang temu untuk dia berbagi rindu dengan cintanya yang telat tiba.

Mungkin, di antara cinta yang terlihat dan yang terlambat, selalu ada ruang temu rahasia…
Dan día cukup memejamkan mata untuk sampai di sana.

Ruang temu merupakan sebuah novel yang ditulis oleh Maradilla Syachridar. Ruang Temu mengisahkan tentang cinta yang terjalin antara Deanna dan Mielka. Cinta yang cukup rumit untuk dijalankan. Namun, di antara kerumitan itu, mereka merasakan sebuah kebahagiaan yang terjalin lewat mimpi. Sebuah kebahagiaan semu yang pada terkadang membuat mereka kecewa.