Sandiwara

topeng

Kamu tau? Terkadang apa yang kamu lihat itu bukanlah yang terjadi sebenarnya. Apa yang kamu dengar bukanlah perkataan yang sesungguhnya. Sesuatu yang kamu anggap benar tak selamanya benar. Yang perlu diingat adalah bahwa kita sedang berada didunia. Semuanya tak nyata, semuanya semu. Penuh dengan konspirasi didalamnya. Dibumbui dengan drama dan kepalsuan. Tak tahu mana yang bohong dan jujur. Tak tahu mana yang berpura-pura dan tulus. Ya.. Dunia ini memang aneh. Tapi banyak manusia yang menyukainya. Melakukan sandiwara yang mereka anggap nyata. Berjalan diambang udara. Tak menapak. Memakai topeng yang mereka banggakan. Lalu menggantinya begitu saja tanpa ada kesan yang berarti. Memuja sesuatu yang mereka anggap hebat. Tapi inilah dunia. Banyak pilihan yang menawarkan segala keunggulannya. Hingga menutupi kelemahannya. Terjebak dalam naskah drama yang tak ada dalam takdir yang sebenarnya.

Iklan

Entah Salah Siapa

4

Entah aku yang terlalu pandai menyembunyikannya, atau kamu yang memang tak ingin mengetahuinya? Aku harap bukan keduanya. Aku harap semua ini memang masalah waktu. Ya waktu.. Waktu yang belum tepat. Tak tau sampai kapan. Tak tau sampai kapan aku menyalahkan waktu. Mungkin suatu saat nanti waktu akan marah kepadaku. Marah karena aku yang tak bisa memanfaatkannya. Marah karena aku selalu menyalahkannya. Hingga aku menyesal pada akhirnya. Menyesal karena waktu enggan untuk mundur kembali dan memberiku kesempatan lagi. Ah.. Aku tak tau. Pikiranku terlalu liar. Liar sekali. Hingga aku lelah untuk membayangkannya. Semuanya terasa begitu hidup dan nyata. Tapi aku tahu, takdir Tuhan yang sebenarnya tak mungkin menyakitiku

Puisi B.J. Habibie untuk Ainun

sebenarnya ini bukan tentang kematianmu

bukan tentang itu

karena aku tahu bahwa semua yang ada

pasti tiada pada akhirnya

dan kematian adalah suatu yang pasti

dan kini adalah giliranmu untuk pergi

aku sangat tahu itu

tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat

adalah kenyataan bahwa kematian

dapat memutuskan dalam diri seseorang

sekejap saja

lalu rasanya mampu

membuatku menjadi nelangsa setengah mati

hatiku seperti tak ditempatnya

dan tubuhku serasa kosong melompong

hilang isi

kau tahu sayang ..

rasanya seperti angin

yang tiba tiba berganti kemarau gersang

ada air mata yang jatuh kali ini

aku selipkan salam perpisahan panjang

pada kesetiaan yang kau ukir

pada kenangan pahit manis selama kau ada

aku bukan hendak mengeluh

tapi rasanya terlalu sebentar kau disisiku

mereka mengira

akulah kekasih yang baik bagimu sayang

tanpa mereka sadari ..

bahwa kaulah

yang menjadikanku kekasih yang baik

mana mungkin aku setia

padahal kecenderunganku adalah mendua

tapi kau ajarkan aku kesetiaan hingga aku setia

kau ajarkan aku arti cinta

sehingga aku mampu mencintai seperti ini

selamat jalan

kau dariNYA dan kembali padaNYA

kau dulu tiada untukku

dan sekarang kembali tiada

selamat jalan sayang

cahaya mataku

penyejuk jiwaku

selamat jalan

calon bidadari surgaku

selamat jalan Ibu Ainun

semoga menjadi bidadari kami semua

disurga ..

syuting-film-habibie-dan-ainun-akan-rampung-sebulan

Menghitung Hari 2 (Anda)

menghitung_hari_by_ibn_ali

Menghitung hari detik demi detik
Menunggu itu kan menjemukan
Tapi ku sabar menanti jawabmu
Jawab cintamu

Jangan kau beri harapan padaku
Seperti ingin tapi tak ingin
Yg aku minta tulus hatimu
Bukan pura-pura

Reff: jangan pergi dari cintaku
biar saja tetap denganku
biar semua tahu adanya
dirimu memang punyaku

Jangan kau beri harapan padaku
Seperti ingin tapi tak ingin
Yg aku minta tulus hatimu
Bukan pura-pura

Repeat reff

belum pernah aku jatuh cinta
sekeras ini seperti padamu
jangan sebut aku lelaki
bila tak bisa dapatkan engkau
jangan sebut aku lelaki

Hanya Jejak.

jejak-langkah11

Tiba-tiba datang dan pergi tanpa permisi. Masuk dalam kisah kehidupanku hingga aku hampir menikmatinya. Kemudian pergi tanpa ada alasan yang jelas. Tak tau apa tujuannya. Tak tau apa maksutnya. Yang dirasa hanya sebuah kecewa karena meninggalkan bekas. Bisa juga sebuah luka. Aku tak mengharapkannya datang, tapi aku tak menginginkannya pergi. Jadi entah apa namanya. Aku hanya tak ingin tinggal bersama jejak. Tanpa ada sang pembuatnya. Yang kemudian hilang terhapus waktu. Kembali menjadi utuh dan dijejaki oleh jejak yang lainnya