The Man Who Can’t Be Moved (The Script)

gjtw

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I’m not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying if you see this girl can you tell her where I am

Some try to hand me money, they don’t understand
I’m not broke I’m just a broken hearted man
I know it makes no sense, but what else can I do
How can I move on when I’m still in love with you

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you’d see me waiting for you on the corner of the street

So I’m not moving
I’m not moving

Policeman says son you can’t stay here
I said there’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you see me waiting for you on the corner of the street

So I’m not moving
I’m not moving
I’m not moving
I’m not moving

People talk about the guy
Who’s waiting on a girl, oh whoa
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world

Maybe I’ll get famous as the man who can’t be moved
And maybe you won’t mean to but you’ll see me on the news
And you’ll come running to the corner
‘Cause you’ll know it’s just for you

I’m the man who can’t be moved
I’m the man who can’t be moved

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that we meet
Oh, you see me waiting for you on a corner of the street

So I’m not moving
(‘Cause if one day you wake up, find that you’re missing me)
I’m not moving
(And your heart starts to wonder where on this earth I could be)
I’m not moving
(Thinking maybe you’ll come back here to the place that we’d meet)
I’m not moving
(Oh, you see me waiting for you on a corner of the street)

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I’m not gonna move

Dibalik Hujan

rain-wallpaper-5

Hujan. Aku suka hujan. Tapi aku tak suka petir. Aku suka hujan. Tapi aku tak suka gelapnya. Aku suka hujan. Tapi aku tak suka perasaan yang datang bersamaan dengan hujan. Ya, rindu. Entah kenapa hujan selalu datang bersama perasaan itu. Aneh bukan? Yang awalnya hambar, tiba-tiba rindu datang. Tak tau rindu kepada siapa. Entah pada kekasih, keluarga, teman, atau siapapun. Atau bahkan rindu yang tak bertuan.

Sesuatu yang ada tapi tak bertuan itu lebih menyesakkan daripada rindu kepada dia yang tak pernah melihatmu. Sungguh itu lebih aneh rasanya. Tak ada siapapun dipikiranmu. Tak tau siapa yang kamu harapkan. Hanya kosong dan gelap. Apa yang bisa dirasakan?

Ada yang lainnya merindu sebagai pemendam rasa. Aku rasa ini lebih baik daripada rindu yang tak bertuan. Setidaknya ada seseorang yang mengisi kekosongan pikiran. Lalu setelahnya akan tumbuh kisah diruang temu. Ya.. romantis. Tapi hanya si pemendam rasa yang menikmatinya. Kasihan? Biarkan. Tak ada yang mengerti bagaimana hebatnya menjadi mereka.

Lalu bagaimana dengan kisah rindu yang bertuan? Apa perlu diperjelas? Bagaimana mudahnya mereka mengucapkan kata rindu pada pasangan mereka? Yang mana perasaan rindu itu akan sirna begitu saja dengan balasan, “Aku juga rindu kamu. Setelah ini kita bertemu”. Menyesakkan? Iya. Jujurlah..

Kemudian ada rindu yang bertuan lainnya namun harus ikhlas dengan sebuah jarak. Ya.. Ketika jarak menjadi sebuah penghalang yang begitu jelas. Saling merindu dari frekuensi yang berbeda, namun tetap pada satu langit dan matahari yang sama disetiap detik. Romantis? Ya, mungkin. Tergantung dengan apa kamu melihatnya. Hati atau logika?

Begitu banyak rindu. Begitu banyak cinta. Begitu banyak tanya. Begitu banyak balasan. Tapi hanya sedikit pengakuan..

Tanda Tanya Milik Siapa?

questionmarks

Hari ini masih terasa aneh. Mungkin karena sisa kekacauan semalam. Ditambah lagi mimpi yang hadir dan mengusik pikiran. Sampai saat ini pun sebenarnya aku masih meraba apa saja yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Apa yang membuat pikiran ini terlampau kacau? Apakah aku juga sedang merindu? Tidak, tidak. Rindu pada siapa? Selama ini, rindu selalu menjadi miliknya. Tapi sepertinya aku sedang tak merindu padanya. Aku yakin sedang tidak memikirkannya. Atau, apakah rindu ini milikmu? Aku ragu. Tak ada yang meyakinkan aku.

Tapi, perasaan ini rindu atau kehilangan? Mereka jelas berbeda. Karena selama ini rindu adalah jelas miliknya. Sedangkan kehilangan adalah semu. Tapi bukankah rasa kehilangan ada ketika sesuatu yang kita punya kemudian hilang? Apa aku mulai merasakan keberadaanmu? Kehadiranmu yang ternyata sedikit meninggalkan jejak? Jadi mungkin sekarang aku akan bertanya, kamu dimana? Aku sendiri dan berantakan..

Lebih dari Patah hati

ab

Kacau. Galau. Sedih. Berantakan. Tak beraturan. Menyesakkan. Hambar. Rasanya lebih dalam daripada ketika saya mendapatkan kenyataan bahwa dia yang saya cinta tak pernah bisa saya dapatkan. Warnanya bukan abu lagi, tapi hitam, gelap.

Saya merasa baru saja terjatuh. Bukan, bukan baru saja. Tapi saya sudah jatuh. Bodohnya adalah saya baru saja menyadarinya. Dan setelah jatuh lalu tertampar. Sakit sekali. Menangis? Tidak. Saya tidak menangis. Bukan karena saya (sok) tegar. Tapi entah kenapa air mata saya membeku. Berteriak? Tidak juga. Bukan karena saya (sok) kuat. Tapi rasanya bibir ini sulit untuk berucap. Bingung? Pasti. Saya tak tau harus berbuat apa. Apakah saya harus mengobati lukanya dahulu atau langsung berdiri? Tak ada siapapun disini. Entah kenapa mereka semua lenyap begitu saja. Saya seperti anak ayam yang baru saja menetas dari cangkang telurnya dan ditinggal pergi oleh induknya. Kemudian keluar ke dunia nyata dan bingung tak tau arah. Bedanya adalah anak ayam itu benar-benar baru saja lahir, sedangkan saya sudah lama terlahir namun tak pernah sadar bahwa saya telah menginjakkan kaki di dunia.

Ya Tuhan, ternyata bumi ini menakutkan. Saya merasa tidak siap dan lemah. Menghadapi segala tantangan yang ada. Menjawab pertanyaan yang selalu saja muncul. Menerima kenyataan yang terkadang menyakitkan. Kehilangan orang-orang yang saya sayangi. Berusaha ikhlas ketika orang lain bahagia sedangkan saya mengalami sebuah kegagalan. Semua itu terasa pahit.

Tapi kemudian saya ingat. Saya tak sendiri. Tak pernah sendiri. Hanya terkadang saya lupa atas keberadaan-Nya. Saya punya Dia yang selalu menunjukkan arah. Saya punya Dia yang menguatkan setiap saat. Saya punya Dia yang selalu membantu untuk berdiri saat terjatuh. Saya punya Dia yang selalu menjawab ketika saya tak tau apa jawabnya. Saya punya Dia yang tak akan pernah hilang dan pergi..