Lebih dari Patah hati

ab

Kacau. Galau. Sedih. Berantakan. Tak beraturan. Menyesakkan. Hambar. Rasanya lebih dalam daripada ketika saya mendapatkan kenyataan bahwa dia yang saya cinta tak pernah bisa saya dapatkan. Warnanya bukan abu lagi, tapi hitam, gelap.

Saya merasa baru saja terjatuh. Bukan, bukan baru saja. Tapi saya sudah jatuh. Bodohnya adalah saya baru saja menyadarinya. Dan setelah jatuh lalu tertampar. Sakit sekali. Menangis? Tidak. Saya tidak menangis. Bukan karena saya (sok) tegar. Tapi entah kenapa air mata saya membeku. Berteriak? Tidak juga. Bukan karena saya (sok) kuat. Tapi rasanya bibir ini sulit untuk berucap. Bingung? Pasti. Saya tak tau harus berbuat apa. Apakah saya harus mengobati lukanya dahulu atau langsung berdiri? Tak ada siapapun disini. Entah kenapa mereka semua lenyap begitu saja. Saya seperti anak ayam yang baru saja menetas dari cangkang telurnya dan ditinggal pergi oleh induknya. Kemudian keluar ke dunia nyata dan bingung tak tau arah. Bedanya adalah anak ayam itu benar-benar baru saja lahir, sedangkan saya sudah lama terlahir namun tak pernah sadar bahwa saya telah menginjakkan kaki di dunia.

Ya Tuhan, ternyata bumi ini menakutkan. Saya merasa tidak siap dan lemah. Menghadapi segala tantangan yang ada. Menjawab pertanyaan yang selalu saja muncul. Menerima kenyataan yang terkadang menyakitkan. Kehilangan orang-orang yang saya sayangi. Berusaha ikhlas ketika orang lain bahagia sedangkan saya mengalami sebuah kegagalan. Semua itu terasa pahit.

Tapi kemudian saya ingat. Saya tak sendiri. Tak pernah sendiri. Hanya terkadang saya lupa atas keberadaan-Nya. Saya punya Dia yang selalu menunjukkan arah. Saya punya Dia yang menguatkan setiap saat. Saya punya Dia yang selalu membantu untuk berdiri saat terjatuh. Saya punya Dia yang selalu menjawab ketika saya tak tau apa jawabnya. Saya punya Dia yang tak akan pernah hilang dan pergi..

Iklan

Satu pemikiran pada “Lebih dari Patah hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s