Kepada Penikmat Senja

SENJA

Merah.. Orens.. Jingga.. Ungu..

Manis sekali. Perpaduan warna penghasil senyuman. Dan sepertinya aku rindu warna itu. Atau mungkin pada seseorang dibaliknya? Warna yang dulu mengingatkanku pada dirinya. Bahkan mungkin sekarangpun masih sama seperti dulu. Dirinya yang lain yang sekarang mungkin telah menemukan kebahagiaan yang lebih nyata dan utuh. Dia yang pertama membangunkan imajinasiku bahwa sekumpulan warna itu bisa berarti lain. Menciptakan banyak kalimat dan warna baru lainnya. Dia yang sedikit banyak telah membuatku lebih membuka mata saat silaunya sinar matahari sore menerpa bumi.  Seperti sebuah tanda peringatan bahwa masih banyak yang bisa dilihat dibaliknya. Bahwa senja adalah sebuah awalan yang baru di akhir terbenamnya matahari di hari itu. Bahwa senja yang singkat itu terlalu nikmat untuk diabaikan begitu saja. Ya.. Dia telah menguraikan cukup banyak cerita yang bersaksikan matahari sore. Memberi terang yang lain. Yang hangat. Seperti sebuah pelukan. Yang aku anggap itu pelukan darinya yang berada diantara jarak. Pelukan yang dia titipkan pada senja setiap harinya, dulu. Ya.. dulu.

Iklan