Sendiri Atau Berdua?

images (2) (1)

Semua orang pernah menunggu. Tapi tak semua tau jika sedang ditunggu. Menunggu itu membosankan. Tapi entah kenapa sepertinya banyak yang sudah terbiasa dengan menunggu. Seperti sudah menjadi kebiasaan. Entah menunggu apapun itu. Menunggu orang lain, jawaban, atau hati.
Beberapa orang mungkin berpikir, untuk apa menunggu? Sedang yang ditunggu saja tak tau. Menunggu itu hanya milik mereka yang sudah saling berjanji. Lalu untuk apa menunggu? Menunggu seperti orang bodoh. Apalagi yang sudah jelas bahwa yang ditunggu tak akan datang. Tapi mereka yang lain, yang menunggu, seperti menutup telinga rapat-rapat. Tak ingin mendengar apapun. Yang mereka inginkan hanya kedatangan dari seseorang yang selalu dipanggilnya, dari dalam hati.
Seperti teriakan yang sangat kencang, namun tak ada yang bisa mendengar. Mereka yang mengeja nama “kekasihnya” dengan benar, namun tak ada yang menoleh.
Jadi apa itu bagian dari menunggu? Atau sebuah kesia-siaan? Atau wujud lain dari harapan? Atau mirip dengan kesetiaan?
Tak ada yang salah dengan menunggu. Jika yang ditunggu tau jika sedang ditunggu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s