Malamku Malam Ini

bench-landscape-moon-photography-scene-Favim.com-334141

Malam tak pernah segelap ini. Sejak ku sadari terang matamu berhenti menyinari malamku. Sunyi yang semakin membisu, terasa menusuk sejak suaramu tak lagi terdengar hangat memelukku. Bintang yang seharusnya temani, pun seolah enggan tampak mendampingi sang rembulan. Hanya awan mendung yang menghias langit malamku beraromakan kenangan. Sepoi angin malam yang membawa kerinduan menyelimuti dan menyesakkan. Gesekan antar dedaunan diranting pohon seakan mencibir tentang ego yang pelan-pelan merasuk dasar hati. Mengotori jiwa yang enggan untuk merelakan yang tak ingin dimiliki.

Adakah seuntai harapan penghangat malam ini? Juga sebagai penerang penunjuk jalan pulang. Harapan selalu menabahkan, tapi terkadang juga menjatuhkan. Nyatanya manusia selalu dibohongi oleh harapan-harapan yang dibangunnya sendiri. Sedangkan semesta tak pernah memberi janji. Semesta hanya memberikan kenyataan yang sebenar-benarnya kebenaran.

Adakah lagi penikmat malam ini? Yang sama-sama menghirup udara kenangan. Belajar mengenai keikhlasan. Melepas dan membiarkan kebahagiaan menemukan jalannya. Entah dengan siapa, bagaimana dan dimana kebahagiaan terhenti langkahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s