Kehilangan Yang Sebenar-Benarnya

7200860-little-girl-painting

Disudut ruangan ini, aku bercerita tentang kenangan yang begitu berharga. Tentang masa kecil yang sungguh indah yang telah Tuhan berikan. Masa-masa yang berlalu tanpa aku sadari maknanya secara langsung. Dan kini sedikit demi sedikit terkuak menjadi pesan yang begitu haru. Seandainya aku tahu apa yang hendak terjadi, aku akan lebih menikmati masa-masa itu tanpa keluh. Bersama mereka yang aku sayangi. Tak ada yang lebih indah berada diantara orang-orang yang menyayangi kita. Hingga akhirnya perpisahan itu harus benar-benar terjadi dalam waktu yang singkat. Menyaksikan kepergian nyata didepan mata. Tak ada yang bisa diungkap selain deraian air mata dan memanggil namanya. Berharap ini hanya mimpi buruk yang ingin segera terselesaikan. Perpisahan sesungguhnya yang bernama takdir kematian. Jalan Tuhan yang tak mungkin diulur atau dihindari. Seperti pisau yang mengiris hati, kehilangan yang sebenar-benarnya begitu perih. Aku tak menyangka sebelumnya, bahwa takdir itu datang terlalu dini. Disaat aku merasa baru saja dapat merangkak didunia yang sesungguhnya. Dan aku membutuhkan mereka untuk mengajarkan aku berjalan dengan kedua kakiku sendiri. Menapaki hari-hari menjadi dewasa. Aku masih ingin bertanya untuk mendapatkan jawab. Aku masih perlu pegangan untuk meraba masa depanku. Tapi bagaimana aku dapat mengeluh tentang takdir itu? Kita hanya manusia yang detaknya diatur oleh Tuhan.
Sekarang, kata-kata bernadakan doa yang hanya bisa dipanjatkan. Kepada mereka yang aku harap telah bertemu dikehidupan yang abadi. Menjadi pemenang dan memeluk kebahagian.

Iklan