Ambil Rinduku

hujan-malam

Hari ini malam hanya menyapa sendu kepada kami. Yang rindunya selalu berterbangan terbawa angin. Kemudian sedikit bercerita tentang senja yang dikala itu tak sehangat biasanya. Mendung lebih sering tampak diantara awan. Bahkan menurunkan berjuta bulir air hujan yang jatuh hingga ke pipi. Seolah semesta mengerti yang dirasa. Hati yang kering dipenuhi rindu yang tak kunjung diperawani. Bagaimana bisa aku menumpuk rindu hingga tak berujung? Lalu menelannya sendiri hingga habis. Kamu tau itu bukan kebiasaanku. Tapi ntah mengapa menjadi sering setelah matamu menjadi candu yang menggebu. Rindu adalah cerita yang tak pernah habis, seperti jalan yang selalu bertemu persimpangan. Mencari-cari jalan yang berujung kepada kamu.

Kepada kamu yang wajahnya selalu ada dipikiranku. Kehadiranmu yang mendamaikan. Aku jatuh cinta. Kepada yang misterius. Kepada yang tak selalu berucap. Kepada yang selalu aku rindukan dalam keheningan. Aku bahagia jatuh dalam indah senyummu. Berharap aku adalah bunga yang hendak kau petik. Sebelum kelopakku layu terhembus angin hingga akhirnya jatuh dan menghilang.

Iklan