Kemungkinan Yang Menunggu Diyakinkan

timthumb

Memendam itu melelahkan. Menunggu itu menjenuhkan. Jika aku dapat membuatnya lebih mudah, mungkin kita tak akan terjebak dalam gelap dan keresahan. Tapi aku terlalu takut. Aku takut teramat takut. Hingga akhirnya membiarkan semua berlalu dalam keadaan yang tak menentu. Aku terpuruk dalam segala kemungkinan yang aku buat. Dan entah apa yang kudapatkan sekarang. Tak ada beda sejak pertemuan pertama itu.

Mungkin kecewa telah kamu rasakan sejak lama. Mungkin pedih telah kamu pendam sejak lama. Mungkin tak banyak yang aku tahu tentang kesedihanmu. Tapi kita sama-sama tau rasa perih itu tak pernah menyenangkan. Dan aku tak mencoba bertindak tegas. Mungkin selama ini kamu telah berusaha memahami, belajar merasakan, dan mencoba mengalah.

Memang salah jika aku terlalu percaya pada diriku sendiri. Sedangkan ada banyak hal yang aku tak ketahui. Tapi kamu pun tak mencoba meyakinkan. Hingga yakin itu dapat berubah menjadi percaya yang selalu terjaga. Aku pikir kamu akan bertahan, namun tak dalam diammu. Aku dan kamu sama-sama bersalah. Mungkin kita terlalu terburu. Walaupun sepertinya waktu selalu memberikan kesempatan. Mungkin ego yang menahan, sehingga pernyataan tak dapat terucap sampai tiba masanya. Dan pada akhirnya terlambat. Entah apakah dapat berubah. Entah apakah dapat terulang. Apa yang kamu harapkan sekarang? Disini hanya tertinggal sisa-sisa kemungkinanku yang tak beralasan.