I Love [. . . . .]

11

Jika cinta adalah sebuah keindahan, maka apa aku salah jika aku menyebutmu sebagai salah satu bagiannya? Jika cinta adalah pelangi, maka apa aku salah jika menunjukmu sebagai warna yang paling cerah diantara warna lainnya? Jika cinta adalah senja, maka apa aku salah jika mengatakan bahwa senyummu adalah yang terhangat yang dinanti selepas hari ini berlalu? Jika cinta adalah sebuah kebahagiaan, maka apa berarti aku tak mendapatkannya jika aku tak dapat merasakannya bersamamu? Jika cinta adalah keihklasan, mungkin aku benar.

Mungkin ini salahku. Tak dapat memperjuangkannya sebagai wujud nyata dari sebuah harapan. Hingga akhirnya aku yang kini merasakan sesal yang begitu dalam. Menjadi seorang yang semakin pudar oleh kesempatan yang tersia-sia kan.

Benar jika beberapa cinta harus diperjuangkan. Benar jika beberapa besar diantaranya butuh pengorbanan. Lalu apa yang telah dikorbankan? Selain perasaan yang tumbuh dengan sia-sia. Semakin besar, namun rapuh didalamnya. Untuk apa merawatnya? Jika pada akhirnya perasaan itu sendiri yang akan menghancurkan semua impian dan harapan.

Cinta.. Mengapa tak kau buat saja semua ini menjadi lebih mudah?
Karena yang mudah belum tentu cinta, sayang.

tumblr_lfbf9jbl5h1qbv4sdo1_500-776404

Ambil Rinduku

hujan-malam

Hari ini malam hanya menyapa sendu kepada kami. Yang rindunya selalu berterbangan terbawa angin. Kemudian sedikit bercerita tentang senja yang dikala itu tak sehangat biasanya. Mendung lebih sering tampak diantara awan. Bahkan menurunkan berjuta bulir air hujan yang jatuh hingga ke pipi. Seolah semesta mengerti yang dirasa. Hati yang kering dipenuhi rindu yang tak kunjung diperawani. Bagaimana bisa aku menumpuk rindu hingga tak berujung? Lalu menelannya sendiri hingga habis. Kamu tau itu bukan kebiasaanku. Tapi ntah mengapa menjadi sering setelah matamu menjadi candu yang menggebu. Rindu adalah cerita yang tak pernah habis, seperti jalan yang selalu bertemu persimpangan. Mencari-cari jalan yang berujung kepada kamu.

Kepada kamu yang wajahnya selalu ada dipikiranku. Kehadiranmu yang mendamaikan. Aku jatuh cinta. Kepada yang misterius. Kepada yang tak selalu berucap. Kepada yang selalu aku rindukan dalam keheningan. Aku bahagia jatuh dalam indah senyummu. Berharap aku adalah bunga yang hendak kau petik. Sebelum kelopakku layu terhembus angin hingga akhirnya jatuh dan menghilang.

Gugur Yang Mendung

colourful-girl-nature-photography-rainbow-umbrella-favim-com-140201

Jadi ada apa dengan hari-hari dipenghujung akhir bulan ini? Pagiku hilang tak berjejak. Sekilas nampak tapi sering tertutup awan mendung. Tak ada matahari yang menghangatkan. Hanya angin kering yang menerbangkan daun-daun. Seperti musim gugur namun langit memilih untuk mendung. Dan aku masih berusaha mencari senyumnya dibalik daun-daun yang berjatuhan ke tanah, lalu terinjak oleh langkah arogan. Dimana aku bisa menemukan simpul senyummu? Kau tahu aku selalu merindu. Walaupun seringnya waktu mencoba mengalihkan pandanganku dan menyembunyikanmu. Dan pada akhirnya aku harus menerima perjumpaan dalam sebuah ruang temu. Melukis bayanganmu sesempurna mungkin. Menguatkan ingatan tentang sosokmu. Kemudian menghidupkannya untuk sebuah cerita yang tentu saja berakhir bahagia.

Tapi setelah detik waktu semakin berjalan dan pertemuan kita tak kunjung menjadi nyata, aku takut. Aku takut lekuk wajahmu berubah dalam ingatanku begitu juga dalam nyatamu. Sedikit demi sedikit memudar terhapus waktu. Seperti bulan yang tergantikan fajar. Kehampaan pun seolah menjadi teman akrab berbincang. Tentang konspirasi semesta dan rahasianya yang tak ada habisnya. Yang akan selalu menjadi rahasia sampai tiba masanya.

Aroma Yang Tak Asing

tumblr_kw7p3376W01qzb7gjo1_400

Aroma rindu begitu pekat. Teruntuk dia yang namanya ku sebutkan dalam hati yang bahagia dan ikhlas. Tulus mengalir begitu saja tanpa menuntut. Pun sesekali merengek tak mampu dia berteriak. Adakah yang mendengar? Aku rasa tidak. Memang sebaiknya perasaan ini biarlah tumbuh sendiri didalam taman hati berpupuk keikhlasan. Biar hanya Tuhan saja yang tahu. Karena hanya Tuhan Yang Maha Membolak Balikkan hati manusia. Membuka telinga agar dapat mendengar jeritan dari dalam hati. Yang semakin meronta didalam dada hingga sesak. Memelihara rasa yang tumbuh secara diam-diam. Dan berharap akan ada pembalasan, atau setidaknya aroma yang baru.

Kamu Itu Ranting Pohon

tumblr_ky2e4r8hmx1qzevelo1_500

Apakah masih pantas jika aku menggantungkan harapan padanya? Apa pantas dia untuk menjadi yang aku harapkan?
Aku merasa seperti menjadi seekor burung yang hinggap disebuah ranting pohon. Yang pada awalnya terasa meneduhkan dan menyejukkan, hingga aku merasa nyaman dan enggan untuk berpindah. Namun kelamaan ranting itu patah dan menjatuhkanku. Tapi anehnya saat aku jatuh, aku masih berpikir untuk kembali ke sisi lain diranting yang sama. Apakah salah jika aku mempertahankannya? Aku tak tau sedang berada disudut yang mana. Entah setia atau bodoh. Sangat tipis garis perbedaan diantara keduanya. Samar, nyaris tak terlihat.
Mungkin aku hanya butuh waktu untuk menemukan ranting lain yang lebih kokoh. Namun tak tau kapan aku akan terbang mengepakkan sayap yang terasa lemah ini. Atau aku hanya perlu bersabar, mungkin tepatnya lebih bersabar, menunggu ranting itu tumbuh kembali menjadi ranting yang lebih kuat sehingga aku dapat bersandar. Menjadi penghuni tetap selamanya. Hingga akhirnya menua dimakan usia dan tak sanggup terbang mengarungi semesta.