Seuntai Keluh

tumblr_lut59e9Gzg1qj27d6o1_500

Keadaan adalah sesuatu yang mudah disalahkan. Dia tak memberontak, tak akan menyangkal. Dia hanya menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi. Tapi menyalahkannya pun tak akan menyelesaikan masalah, dan seolah tak mensyukuri jalan takdir-Nya. Jadi entah kepada apa atau siapa semua ini harus disalahkan. Menyalahkan manusia yang lainnya pun hanya akan memperpanjang masalah. Diam pun tak akan mengubah apapun menjadi lebih baik. Lalu harus bagaimana? Jika otak tak menemukan jalannya, sedangkan hanya air mata yang ingin berbicara. Kepada siapa pertanyaan-pertanyaan ini ditujukan?
Yang kemudian adalah rahasia, yang telah terjadi tak akan bisa diubah, dan detik ini adalah penentuan. Waktu yang akan terus berjalan. Bahkan terkadang kita harus berlari untuk mengejarnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun hanya harapan baik yang selalu terucap..

Tanda Tanya Milik Siapa?

questionmarks

Hari ini masih terasa aneh. Mungkin karena sisa kekacauan semalam. Ditambah lagi mimpi yang hadir dan mengusik pikiran. Sampai saat ini pun sebenarnya aku masih meraba apa saja yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Apa yang membuat pikiran ini terlampau kacau? Apakah aku juga sedang merindu? Tidak, tidak. Rindu pada siapa? Selama ini, rindu selalu menjadi miliknya. Tapi sepertinya aku sedang tak merindu padanya. Aku yakin sedang tidak memikirkannya. Atau, apakah rindu ini milikmu? Aku ragu. Tak ada yang meyakinkan aku.

Tapi, perasaan ini rindu atau kehilangan? Mereka jelas berbeda. Karena selama ini rindu adalah jelas miliknya. Sedangkan kehilangan adalah semu. Tapi bukankah rasa kehilangan ada ketika sesuatu yang kita punya kemudian hilang? Apa aku mulai merasakan keberadaanmu? Kehadiranmu yang ternyata sedikit meninggalkan jejak? Jadi mungkin sekarang aku akan bertanya, kamu dimana? Aku sendiri dan berantakan..

Lebih dari Patah hati

ab

Kacau. Galau. Sedih. Berantakan. Tak beraturan. Menyesakkan. Hambar. Rasanya lebih dalam daripada ketika saya mendapatkan kenyataan bahwa dia yang saya cinta tak pernah bisa saya dapatkan. Warnanya bukan abu lagi, tapi hitam, gelap.

Saya merasa baru saja terjatuh. Bukan, bukan baru saja. Tapi saya sudah jatuh. Bodohnya adalah saya baru saja menyadarinya. Dan setelah jatuh lalu tertampar. Sakit sekali. Menangis? Tidak. Saya tidak menangis. Bukan karena saya (sok) tegar. Tapi entah kenapa air mata saya membeku. Berteriak? Tidak juga. Bukan karena saya (sok) kuat. Tapi rasanya bibir ini sulit untuk berucap. Bingung? Pasti. Saya tak tau harus berbuat apa. Apakah saya harus mengobati lukanya dahulu atau langsung berdiri? Tak ada siapapun disini. Entah kenapa mereka semua lenyap begitu saja. Saya seperti anak ayam yang baru saja menetas dari cangkang telurnya dan ditinggal pergi oleh induknya. Kemudian keluar ke dunia nyata dan bingung tak tau arah. Bedanya adalah anak ayam itu benar-benar baru saja lahir, sedangkan saya sudah lama terlahir namun tak pernah sadar bahwa saya telah menginjakkan kaki di dunia.

Ya Tuhan, ternyata bumi ini menakutkan. Saya merasa tidak siap dan lemah. Menghadapi segala tantangan yang ada. Menjawab pertanyaan yang selalu saja muncul. Menerima kenyataan yang terkadang menyakitkan. Kehilangan orang-orang yang saya sayangi. Berusaha ikhlas ketika orang lain bahagia sedangkan saya mengalami sebuah kegagalan. Semua itu terasa pahit.

Tapi kemudian saya ingat. Saya tak sendiri. Tak pernah sendiri. Hanya terkadang saya lupa atas keberadaan-Nya. Saya punya Dia yang selalu menunjukkan arah. Saya punya Dia yang menguatkan setiap saat. Saya punya Dia yang selalu membantu untuk berdiri saat terjatuh. Saya punya Dia yang selalu menjawab ketika saya tak tau apa jawabnya. Saya punya Dia yang tak akan pernah hilang dan pergi..

My Birthday #3

Masih dalam rangka HUT ke-18 tanggal 4 agustus 2012 kemaren, dan ini adalah kelanjutan kisahnya. Hehehe.  Ya maklum dibagi atas beberapa episode, soalnya ngasih surprisenya juga sendiri-sendiri. Tapi tetep aku ngucapin terima kasih banyak buat temen-temen yang udah ngasih kejutan buat aku. Jadi terharu lagi ni. Hiks..

Kemaren hari senin itu aku ngebayar ‘utang’ makan-makan bareng @dupidupidam @desi_erma @yayangnafisa . Yaudah deh aku ajakin buber di sebuah rumah makan di Ungaran. Sebenernya pada mau minta traktiran nonton, tapi nggak ada waktu. Emang suka pada nawar tu kalo dikasih gratisan -_-

Abis selesai makan jam setengah 8, pada pulang deh tu. Nah, pas aku udah sampe rumah dan jama’ah mesjid udah pulang tarawih juga, dateng deh tu mereka bawa kue ulang tahun beserta lilin ke-18 tahunnya. Dan kejutannya mereka itu agak gagal gara-gara helm elmo merahnya yayang ketinggalan dipager rumahku. Ya.. dunia ini tidak ada yang sempurna 😀

Saatnya potong kue…

Alhamdulillah kadonya nggak lupa. Huehuehue. Makasih buat boneka kumbangnya. Yang pertamanya aku kira monyet. Hehehe. Manusia maklum ya kalo khilaf 🙂

Sempet main kembang api dulu. Si Dubpi ngebawa dari rumah. Kembang apinya unyu banget, kecil-kecil. Abisnya capet 😀

Dan foto itu adalh detik-detik terakhir bajuku bersih. Abis itu langsung…pluk. Sebuah telur ayam yang baunya amis mendarat dikepalaku. Oh My God.. Kenapa harus telur lagi, tepung lagi, dan dimalam hari lagi???? Sebelumnya itu tepat tanggal 4 agustus kemaren aku ada buber bareng sama temen-temen kelas 11 IPA2. Kejadiannya mirip-mirip juga, abis makan main kembang api rame-rame, eh.. langsung deh tu telur sama tepung mendarat ditubuhku -_-

Dua kali mengalami hal yang sama dalam satu kali ulang tahun. Cuma tempat dan orang-orangnya aja yang beda..

Ya.. tapi nggakpapa deh. Makasih ya teman-temanku atas segala-galanya.. :*

 

 

 

My Birthday #2

H+5 ulang tahunku, jadi suasananya masih serba serbi kebahagiaan. Nggak ada galau-galau dulu. Hehehe.

Jadi kemaren itu hari selasa, aku bersama @sarahaisyahp , @tusiwmd , @nastitirahayu makan-makan di sebuah rumah makan di daerah Ungaran. Abis itu dilanjutkan dengan solat tarawih berjamaah di masjid deket rumahnya Sarah. Dan terawihnya adalah 23 rakaat. DUA PULUH TIGA RAKKAT. Seumur-umur aku cuma 11 rakaat. Dan itu benar-benar melelahkan..

Itu fotonya diambil sebelum tarawih 23 rakaat, jadinya mukanya masih pada sumringah.. 😀

Abis itu kegiatan dilanjutkan dengan perayaan ulang tahunku. hehehe.  Yeeyyy…

tiup lilinnya.. tiup lilinnya..

make a wish

make a wish

Setelah mencicipi cup cake, kita main kembang api deh..

Thank you guys.. FUCHSIA… 🙂